Cari Blog Ini

Kamis, 25 Oktober 2012

JATUH BANGUN PADA PANDANGAN PERTAMA

Belum genap 3 bulan saya menyandang gelar sebagai mahasiswa IPB, tapi tak ada salahnya kalau saya bermuhasabah sedikit. perasaan baru kemarin saya istighosah bersama menjelang UN, perasaan baru kemarin saya menangis karena gagal di SNMPTN, perasaan baru kemarin saya merasakan uforia MPKMB (masa perkenalan mahasiswa baru) di IPB. perasaan baru kemarin saya mengikuti UTS bahasa indonesia (kan emang baru kemarin, gimana sih tur...! hehe ^_^ afwan)

Untuk UTS pertama kali di IPB, terusterang saya sempat nervous karena penguasaan materi kurang dan 'merasa' masih banyak kesalahan. tapi tetap berharap diberi yang terbaik oleh-NYA. saya sudah mencoba semaksimal yang saya bisa, yang saya dapat ingat dan nalar, tapai jika saat pengerjaan soal masih ada yang blank, saya juga tidak tahu apa yang salah dengan saya. bagi sebagian besar teman mungkin mudah. tapi kenapa sekadar untuk mengingat dan menghubungkan antar konsep saja saya masih Low-end? saya hanya dapat meraba diri dan beristighfar, mungkin karena passion saya bukan disini atau memang saya saja yang mencari-cari alasan untuk tidak mau belajar dengan serius?. inilah penyebab jatu bangun yang pertama.

Hari ini baru hari kedua UTS, dan masih ada 5 mata kuliah lagi yang akan di ujikan. terbesit perasaan supaya UTS segera berlalu seperti hanya semboyan teman-teman yang belakangan sering saya dengar. "datang-duduk-kerjakan-kumpulkan-lupakan". saya mencoba untuk menyelami lebih dalam makna kata tersebut ternyata kata tersebut ada benarnya juga, setelah keluar ruang ujisn lebih baik melupakan dan fokus ke ujian selanjutnya, urusan nilai biar Alloh lah yang mengatur. yang penting saya sudah jujur dengan diri sendiri. urusan nilai akhir baik atau tidak, biarlah menjadi teguran tersendiri bagi saya, sehingga saya dapat mengukur sudah sejauh mana pemahaman saya terhadap matakuliah yang di ajarkan selama ini. maka dari itu, sebelum saya terjatuh-jatuh di lembah TPB ini,(kok jadi alay ya..tapi gak papa lah, ini kan blog saya)
saya mempersiapkan super script yang selalu membuat saya agar tidak berputus asa dari uluran tangan Alloh. apakah itu? ini dia :

“Sesungghunya bersama Kesulitan sudah pasti ada kemudahan”
Oleh karena itu,
DARIPADA BERSEDIH LEBIH BAIK BERBAHAGIALAH!
Karena boleh jadi kesedihan bukanlah bencana, tapi tak jarang
merupakan awal datangnya karunia dan kebahagian.
Sebaliknya, kesenangan tidak serta merta dapat dianggap semata-mata
sebagai karunia. Karena seringkali bila kita lengah tak waspada justru bisa menjadi tanda atau jalan menuju jurang kehancuran dan kerugian

inilah penguat jatuh bangaun yang pertama.

Secara pararel masih di topik yang sama, sabagai insan asrama TPB IPB saya juga merasa 'terketuk' ketika ramai teman membicarakan target nilai yang berujung pada IP dan IPK. ya, sekali lagi IP dan IPK sesuatu yang mungkin sangat sering saya dengar namun belum pernah mengalaminya (insaalloh kalau sudah dapat IP semester I nanti, akan saya tulis di blog). beberapa teman mematok IPK yang sangat mengagumkan. beberapa mematok sedikit dibawah level mengagumkan dan beberapa mematok IPK digaris angka kewajaran. "yang penting lulus, aman dari zona DO" ujar salah seorang teman. saya sendiri tidak tahu masuk golongan yang mana. tapi dalam daftar 100+ impian saya menyebutkan "________" dan semoga saja alloh mengabulkannya. inilah bahan renungan jatuh bangaun yang pertama.


Untuk mewujutkan target-terget tersebut setiap orang pasti memiliki trick dan startegi masing-masing. dari yang mulai belajar sendiri, sampai yang ikut bimbel. semuanya diorientasikan untuk mendapat IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang sesuai targetan. dalam sebuah obrolan ringan dengan fajar, teman sekamar, menuturkan "IPK itu aib setiap mahasiswa, sanagt jarang ada mahasiswa yang mengobral nilai IPK nya sebagai konsumsi umum" sampai disini pemahaman saya akan dunia mahasiwa dan IPK semakin bertambah, namun sudah pasti dibarengi dengan serentetan pertanyaan yang mengelitik. pada intinya, apa IPK? untuk apa? dengan apa? (5w+1S). saya tidak dapat berkomentar banyak, di kesempatan lain seperti yang saya janjikan insaalloh akan saya bahas serba-serbi IPK dari sudut pandang seorang catur. nantikan...

Comming Up :

"Bicara IPK, Bicara Prestise Mahasiswa"


Nb: make sure that you have follow my blogg at : catur fachul ulum     ^_^'

1 komentar:

  1. Tapi ternyata, di balik belajar yang sungguh2 itu tidak terbatasi hanya kepada IP dan IPK. Ada hal lain yang bisa kita peroleh, bak buah ranum dengan wanginya, menunggu dipetik... ilmu tidak sebatas angka yg tertoreh dalam KRS. :) Semangat, Dek

    BalasHapus